Tampilkan postingan dengan label News Kategory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Kategory. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 November 2010

Robot Seks Mirip Pamela Anderson Diminati

 
         Jakarta - Masih ingat dengan kehadiran robot seks yang ketika peluncurannya begitu menghebohkan? Ya, robot seks ini rupanya benar-benar diminati banyak orang. Banyak dari mereka menginginkan robot seksnya dibuat mirip dengan para aktris kelas dunia.

Seperti dikutip Times of India, Jumat (19/11/2010), Scott Maclean, salah satu penemu asal Amerika Serikat yang bekerja pada bidang prototipe robot sejak 2004 mengatakan bahwa ia telah dihubungi oleh beberapa pelanggannya yang berasal dari Inggris.

"Beberapa orang telah menghubungi kami, termasuk seorang pria yang mengaku dirinya seorang bangsawan. Kami juga punya beberapa langganan dari Eropa, Rusia, Korea dan negara lainnya," tambah Scott.

Scott menceritakan bahwa dirinya mendapat pesanan agar membuatkan robot yang mirip dengan Angelina Jolie, Pamela Anderson dan Micheal Jackson. "Tapi saya tidak bisa membuat model robot seperti mereka tanpa ijin," tukasnya.

"Beberapa minggu lalu saya terlibat diskusi dengan seorang wanita yang menginginkan dibuatkan robot seks mirip dengan aktor Graham Norton. Dia sepertinya sangat serius," tambah Scott.

Selain Scott, ada Douglas Hines yang mengembangkan robot seks pertama bernama Roxxxy yang terbuat dari silikon hypoallergenic dan memiliki rambut manusia.

Hines menjelaskan robot buatannya benar-benar sebuah robot seks yang dapat diandalkan oleh pasangan manusianya. Sebab tak hanya mahir dalam urusan ranjang, Roxxxy diklaim memiliki kepribadian, pendengar yang baik, dapat bicara, merasakan sentuhan, bahkan bisa tertidur.

"Kami memiliki relasi dengan distributor toko khusus dewasa di London. Kami berharap robot seks ini bisa dikirimkan ke Eropa akhir tahun ini," tutup Douglas.

Pemandu Sorak Cantik Tinggalkan Pesan Terakhir di Facebook


Jordan Michelle West (mercurynews)
  
               Jakarta - Cantik, muda dan bersemangat. Itulah Jordan Michelle West, gadis berusia 16 tahun yang juga seorang pemandu sorak di Santa Teresa High School di San Jose, Amerika Serikat (AS). Gadis berambut pirang ini tidak sengaja menuliskan pesan terakhir di Facebook beberapa jam sebelum ia meninggal karena kecelakaan.

"Aku suka lagu 'If I Die Young', lagu country yang dibawakan Perry Band," tulis Jordan terakhir pada salah satu temannya yang juga seorang pemandu sorak, Hannah, di Facebook.

"Tidak pernah ada waktu yang membosankan dengannya. Dia sangat bersemangat," ujar Hana yang menceritakan malam sebelumnya mereka sempat menari bersama seolah-olah tidak pernah ada masalah dalam hidup. "Setelah itu Jordan keluar bersama teman-temannya yang lain. Tapi aku tidak tahu siapa," tambah Hannah.

Ya, Jordan meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika ia dan teman-temannya melaju cukup kencang di Blossom Hill Road, AS. Di dalam mobil tersebut ditemukan beberapa botol minuman keras yang telah terbuka tutupnya.

Kepolisian setempat mengungkapkan di dalam mobil Toyota itu terdapat lima remaja termasuk gadis 17 tahun yang menyetir kendaraan. Polisi mengatakan gadis yang menyetir sempat meminum tiga teguk minuman keras sebelum mobilnya menabrak mobil Honda dari arah berlawanan. Tabrakan itu kemudian menghempaskan mobil beserta isinya ke parit kemudian menabrak pohon besar. dalam kecelakaan itu, hanya Jordan yang tewas sementara empat teman lainnya mengalami patah tulang dan kini sedang dirawat di rumah sakit.

Lisa Daouglas, orangtua dari salah satu teman Jordan mengatakan sulit untuk mengubah perilaku para remaja yang sangat ingin tahu bagaimana rasanya minum minuman keras. Dia mengaku selalu mengingatkan anaknya seperti halnya orangtua lain: "Segera telepon aku jika kamu berada dalam situasi di mana orang lain sedang mabuk. Aku tidak akan memarahimu, aku hanya ingin kamu pulang dengan selamat," tukas Lisa.

Sementara menurut salah satu remaja yang ikut dalam kecelakaan itu, Austin de Tagle mengatakan dirinya telah berusaha membangunkan Jordan namun ia tetap tidak terbangun.

"Aku mencoba membangunkan dan menggoyangkan tubuhnya. Tapi aku akhirnya tahu ia telah tiada," kata Austin yang saat itu langsung menutupi tubuh dingin Jordan dengan jaket miliknya

Ponsel Satelit Dibanderol Rp 10 Juta-an

 
         Jakarta - Meski jaringan telekomunikasi kian meluas, tapi tetap saja di lokasi tertentu pengguna sulit berkomunikasi karena keterbatasan sinyal. Itulah yang menggagaskan TerreStar untuk merilis ponsel satelit dengan harga cukup terjangkau, Rp 10 juta-an.

Ponsel tersebut adalah TerreStar Genius. Produk ini memiliki keunikan tersendiri karena dapat menawarkan komunikasi melalui jaringan GSM ataupun satelit. Jadi, para pengguna yang sering berpergian ke berbagai tempat dijanjikan bisa tetap terhubung melalui produk ini.

Untuk sistem operasinya, ponsel pintar ini masih mengandalkan Windows Mobile 6.5. Sedangkan untuk bentuk, mengusung papan ketik qwerty dengan tampilan ala BlackBerry.

Senin, 22 November 2010

Jangan Lagi Jadi Budak di Negeri Orang



Pemerintah RI dituntut segera membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kalau sudah tersedia, tidak ada wanita Indonesia yang bekerja di luar negeri.
"Rakyat Indonesia wajib tidak lagi jadi budak di negeri orang," kata Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Shobri Lubis, saat berbicara dalam demonstrasi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jalan MT Haryono, Jakarta.
Dalam aksi itu, FPI mengerahkan massa sekitar 40 orang dengan mobil bak terbuka. Mobil tersebut ditempatkan persis di depan kantor kedutaan.
Dengan pengeras suara, Ahmad menyarankan, perlu dibentuk semacam lembaga perlindungan TKW di lokasi-lokasi terdekat dengan tempat bekerja para TKW di luar negeri.
"Pemerintah harus melobi dan memberi tekanan diplomatik kepada negara-negara tempat TKW asal Indonesia bekerja supaya pahlawan devisa kita dijamin perlindungan dan pembelaan hukum dari pemerintah negara tempat buruh migran itu bekerja," kata Ahmad.
Dia mengatakan, segala bentuk praktik kejahatan dalam pengurusan keberangkatan TKW harus diberantas, termasuk oknum yang melakukan kolusi dengan majikan yang berbuat zalim terhadap TKW.
Setelah berorasi sekitar 20 menit, perwakilan peserta aksi berjumlah enam orang masuk ke area Kedubes Arab Saudi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, termasuk Sekjen FUI Muhammad Al Khotot.

Minggu, 21 November 2010

Masyarakat Indonesia di Belanda Galang Dana Bencana

Masyarakat muda Indonesia di Belanda mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana alam Wasior, Mentawai dan Merapi sebagai wujud solidaritas, persaudaraan, nasionalisme dan cinta kepada Tanah Air.
Sekretaris I Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Den Haag, Ferdy Piay, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Minggu, mengatakan acara bertajuk "Aku Padamu Indonesia" itu diselenggarakan di Kedutaan Besar RI di Den Haag, 20 November.
"Acara yang diadakan masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Team 1ndonesia di antaranya Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Belanda, Persatuan Pelajar Indonesia Den Haag dan Amsterdam, Pemuda Kristen dan Pemuda Islam serta berbagai kelompok masyarakat," katanya.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, J.E. Habibie dalam sambutannya mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan para pemuda ini merupakan wujud solidaritas terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana alam di Indonesia.
"Saya merasa sangat senang dan bangga atas besarnya perhatian dan upaya yang diberikan oleh kalangan muda Indonesia di Belanda untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat lintas agama maupun lintas suku ini. Inilah apa yang disebut sebagai Pancasila," ujarnya.
Kegiatan yang mengambil format pementasan seni-budaya dan bazaar makanan Indonesia itu merupakan wujud keprihatinan atas terjadinya berbagai bencana alam di Wasior, Mentawai dan Merapi serta bertujuan untuk menggalang kebersamaan, solidaritas, persaudaraan, nasionalisme dan cinta kepada Tanah Air dari masyarakat Indonesia di Belanda.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai kalangan masyarakat maupun "friends of Indonesia" dengan kehadiran 1.000 orang lebih.
Jumlah pengunjung yang cukup besar ini menunjukkan besarnya perhatian berbagai pihak terhadap bencana alam yang menimpa Indonesia beberapa waktu terakhir.
Rangkaian tarian dan musik yang menjadi bagian dari pementasan seni budaya dan berbagai makanan khas Indonesia yang menarik banyak pengunjung sepenuhnya merupakan sumbangan sukarela dan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat Indonesia di Belanda.
Dari acara ini, sedikitnya telah dihimpun sumbangan dana lebih dari 7.200 euro dan ratusan baju layak pakai yang akan disalurkan untuk korban berbagai bencana alam di Indonesia.
Adapun hasil sumbangan yang terkumpul akan disalurkan melalui Indonesische Stichting Nederland (ISNED) dan Posko Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Atmajaya Yogyakarta serta Forum Komunikasi Alumni ESQ Pusat Bidang Sosial, demikian Ferdy Piay.